Minggu, 12 Juli 2020

Ingin Menggunakan PC Rakitan atau Laptop? Simak Kelebihan dan Kekurangannya

Bagi Anda seorang Gamer atau Video Editor tentunya memerlukan perangkat yang baik dalam untuk menjalankan aktivitas. Saat ini sudah sangat banyak merk Laptop ataupun PC (Personal Computer) dengan berbagai spesifikasi dan harga yang beragam pula. Namun dalam memilih perangkat tersebut pasti memerlukan berbagai pertimbangan, baik dari segi harga maupun spesifikasi. Sebagian besar orang lebih memilih laptop untuk mereka yang sering bepergian. Tetapi adapula yang menggunakan PC yang dirakit karena ingin mencari spesifikasi yang tepat untuk mereka. Nah, untuk mereka yang masih bingung memilih, akhyar.id membahas kelebihan dan kekurangan dari PC Rakitan dan Laptop sebagai bahan pertimbangan sebelum membeli perangkat untuk gaming/editing. Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari PC Rakitan dan Laptop:

PC RAKITAN VS LAPTOP

1. PC Rakitan
Komputer untuk jaman saat ini memang sudah sangat jarang digunakan. Kebanyakan hanya ditemukan di kantor-kantor. Namun sebagian orang masih menggunakan komputer secara pribadi di rumah mereka. Salah satu faktor utamanya adalah komponen dapat disesuaikan sendiri. Mulai dari RAM, VGA, Processor, Motherboard, hingga Casingnya dapat dimodifikasi sedemikian rupa seperti yang kita inginkan. Dengan penyesuaian seperti ini, bagi pengguna PC rakitan dapat dengan mudah mengupgrade atau mengganti komponen komputer jika terdapat kerusakan di hardware tertentu.

Di balik kelebihannya tentunya terdapat kekurangan. Kekurangan yang utama dalam menggunakan PC rakitan yaitu sulitnya untuk dibawa kemana-mana. Bagi anda yang suka travelling pastinya PC rakitan ini sangat tidak direkomendasikan. Selain itu penggunakan listrik juga lebih boros karena komponen dalam komputer yang banyak. Dalam membuat PC rakitan pun tentunya membutuhkan ilmu tentang merakit komputer. Pengguna harus mengerti komponen-komponen dalam komputer dan tahu cara memasangnya. Namun kekurangan ini boleh tertutupi dengan menggunakan pihak ketiga untuk merakit komputer tersebut.

Secara ringkas, kelebihan dan kekurangan PC rakitan dapat dilihat pada tabel berikut:

Kelebihan dan Kekurangan PC Rakitan

2. Laptop
Siapa yang tidak kenal Laptop? Di era canggih saat ini hampir setiap orang menggunakan laptop. Kebanyakan orang menggunakan laptop untuk mereka yang mengerjakan tugas di luar rumah seperti di cafe, kampus, restoran, wisata outdoor, dan tempat lainnya. Keunggulan laptop inilah yang banyak memikat para pengguna untuk membeli laptop. Selain desain unik dan mudah dibawa kemana-mana, laptop juga menggunakan listrik yang lebih sedikit. Bagi pengguna yang tidak mengerti komponen-komponen komputer tentunya laptop adalah pilihan yang tepat. Laptop telah didesain untuk langsung digunakan tanpa perlu diutak-atik seperti PC rakitan.

Kekurangan laptop itu sendiri kebalikan dari kelebihan PC rakitan. Akan sangat sulit jika terdapat komponen yang ingin diganti. Kesulitan tersebut dikarenakan kebanyakan komponen laptop telah menancap permanen di motherboard, misalnya processor. Selain itu harga laptop bisa dibilang lebih tinggi dibandingkan merakit komputer baik itu biaya laptopnya maupun biaya servisnya. Jadi buat yang memiliki low budget disarankan untuk merakit komputer saja.

Secara ringkas, kelebihan dan kekurangan laptop dapat dilihat pada tabel berikut:

Kelebihan dan Kekurangan Laptop

Jadi pilih mana? PC rakitan atau laptop? Itu tergantung kebutuhan anda. Jika anda seorang traveller maka beli-lah laptop. Namun jika anda suka memodifikasi dan cuman bekerja di rumah maka rakit-lah PC. Semoga bermanfaat.

Jumat, 26 Juni 2020

Yuk Kenal Lebih Dekat Dengan Rapid Test COVID-19!

Siapa sih yang nggak kenal dengan Rapid Test COVID-19? Sejak akhir bulan Maret 2020 Indonesia mulai melakukan rapid test massal mengikuti sistem yang dilakukan Korea Selatan dalam gerak cepat penanganan COVID-19. Namun saat ini masih banyak yang beranggapan bahwa rapid test ini untuk mendeteksi adanya virus corona dalam tubuh kita. Faktanya rapid test diperuntukkan untuk pemeriksaan antibodi sebagai deteksi awal untuk mengetahui keadaan seseorang saat ini dalam mencegah penularan Covid-19. Untuk mengetahui ada tidaknya virus corona dalam tubuh kita harus dilakukan tes swab PCR.

Rapid Test COVID-19

Rapid test memiliki fungsi untuk memeriksa IgG dan IgM yang ada di dalam darah, yaitu antibodi yang terbentuk di dalam tubuh saat terjadi infeksi virus. Adapun sampel yang diambil adalah darah atau serum. Pemeriksaan rapid test ini dilakukan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, laboratorium ataupun klinik kesehatan yang menyediakan pemeriksaan rapid test COVID-19. Proses pemeriksaan tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya sekitar 10-15 menit untuk setiap pemeriksaannya. Pemeriksaan secara massal sangat efektif dengan menggunakan rapid test karena waktu yang singkat dan pengambilan sampel yang mudah.

Namun terdapat kekukurangan dalam pemeriksaan metode ini.
Dapat diperoleh hasil positif palsu (false positive) karena alat mendeteksi antibodi yang dibentuk tubuh untuk mengalahkan virus corona secara umum (belum tentu COVID-19). Selain itu dapat pula telah terjadi infeksi virus tetapi hasil tes negatif karena antibodi belum terbentuk (false negative).

Bagaimana alur pemeriksaan rapid test yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Berikut ini alur pemeriksaan rapid test oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dikeluarkan tanggal 20 Maret 2020:

ALUR PEMERIKSAAN RAPID TEST UNTUK INFEKSI COVID-19
  1. Setiap peserta terlebih dahulu mengisi formulir daftar isian.
  2. Peserta yang hasil rapid test positif, maka dilaksanakan tindakan isolasi rumah selama 14 hari.
  3. Peserta yang kontak erat dengan gejala berat (demam, batuk, dan sesak nafas), maka tindakan rujuk rumah sakit.
  4. Setiap peserta yang hasil rapid test negatif, maka tetap melaksanakan social distancing.

ACTIVE CASE FINDING (RAPID TEST) KUNJUNGAN RUMAH
  1. Teknik pelaksanaan rapid test kunjungan rumah dengan terlebih dahulu mengisi formulir kesediaan.
  2. Penanggung jawab dan pelaksana rapid test adalah Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten.
  3. Sasaran rapid test ditetapkan oleh Dinas Kesehatan setempat bekerjasama dengan Tim Surveilans dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat.
  4. Hasil rapid test dicatat, dan dilaporkan untuk tindak lanjut diagnostik dan terapi.5. Seluruh kegiatan ini dilaksanakan dalam situasi pandemi COVID-19.

Di era saat ini dengan teknologi yang berkembang begitu pesat, beberapa situs memberikan layanan rapid test secara online. Salah satunya adalah Halodoc. Di layanan ini Anda dapat mendaftarkan diri secara online. Sebagai upaya membantu pemerintah dalam menekan laju peningkatan kasus COVID-19, Halodoc menyediakan layanan rapid test yang berlokasi di Jabodetabek yang bekerja sama dengan berbagai mitra rumah sakit. Pemeriksaan rapid test ini menggunakan sampel darah untuk diuji. Darah yang diambil akan digunakan untuk mendeteksi imunoglobulin, yakni antibodi yang terbentuk saat tubuh mengalami infeksi. Dengan begini, pasien pada tahap awal infeksi dapat diidentifikasi lebih cepat. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi situs Halodoc.

Rapid Test Halodoc
Alur Rapid Test Halodoc

Untuk hasil rapid test yang reaktif diwajibkan untuk lanjut pengujian swab test. Swab test ini menggunakan alat PCR yang mendeteksi ada tidaknya virus dalam tubuh kita dengan membaca kecocokan struktur DNA COVID-19. Untuk hasil non reaktif disarankan untuk menjaga imunitas dan tetap mengikuti protokol kesehatan COVID-19. Jika tetap di rumah disarankan untuk mengikukti protokol isolasi mandiri oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:
  1. Selalu memakai masker dan membuang masker bekas di tempat yang ditentukan.
  2. Jika sakit (ada gejala demam, flu dan batuk), maka tetap di rumah. Jangan pergi bekerja, sekolah, ke pasar atau ke ruang publik untuk mencegah penularan masyarakat.
  3. Manfaatkan fasilitas telemedicine atau sosial media kesehatan dan hindari transportasi publik. Beritahu dokter dan perawat tentang keluhan dan gejala, serta riwayat bekerja ke daerah terjangkit atau kontak dengan pasien COVID-19.
  4. Selama di rumah, bisa bekerja dari rumah. Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya, dan jaga jarak 1 meter dari anggota keluarga.
  5. Lakukan pengecekan suhu harian, amati batuk dan sesak nafas. Hindari pemakaian bersama peralatan makan dan mandi dan tempat tidur.
  6. Terapkan perilaku hidup sehat dan bersih, serta konsumsi makanan bergizi, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan lakukan etika batuk dan bersin.
  7. Jaga kebersihan dan kesehatan rumah dengan cairan desinfektan. Selalu berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi (± 15-30 menit).
  8. Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit berlanjut seperti sesak nafas dan demam tinggi, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Minggu, 21 Juni 2020

Bingung Cara Membuat Desinfektan Sendiri? Yuk Intip Cara Membuat Desinfektan! Lengkap dengan Pedoman

Dalam menghadapi New Normal di era pandemi COVID-19 ini tentunya berbagai langkah protokol kesehatan harus diterapkan. Salah satunya adalah rutin melakukan Desinfeksi. Apa itu Desinfeksi? Desinfeksi adalah proses menghilangkan sebagian besar atau semua mikroorganisme patogen kecuali spora bakteri yang terdapat di permukaan benda mati (non-biologis, seperti pakaian, lantai, dinding) (Centers for Disease Control and Prevention, CDC). Desinfeksi dilakukan terhadap permukaan (lantai, dinding, peralatan, dan lain-lain), ruangan, pakaian, dan Alat Pelindung Diri (APD). Jadi dapat disimpulkan desinfeksi ini bertujuan untuk membunuh mikroorganisme (salah satunya virus) terhadap benda mati. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan penyemprotan desinfektan.

Desinfeksi-Desinfektan

Lantas bagaimana cara memperoleh desinfektan? Desinfektan dapat dibuat sendiri di rumah dengan sesuai dengan takaran. Banyak produk rumahan yang terdapat di pasaran dapat digunakan sebagai desinfektan. Namun yang perlu diperhatikan adalah proses pembuatannya tidak saling mencampurkan antar produk, cukup satu yang kemudian diencerkan dengan air.


Peneliti Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Chandra Risdian mengungkapkan banyak produk rumah tangga umum mengandung konsentrasi bahan aktif yang sesuai untuk disinfeksi. Dirinya menjelaskan, bahan aktif dan konsentrasi efektifnya yang tercantum disini telah terbukti efektif melawan virus corona berdasarkan studi literatur yang dilakukannya. Berikut ini cara membuat desinfektan berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan oleh LIPI dengan menggunakan produk rumah tangga yang terdapat di pasaran:

No.

Nama Produk

Bahan Aktif

Ket

Cara Pengenceran

1

Aquatabs Multipurpose

Sodium dichloroisocyanurate

-

-

2

Bayclin Lemon

Sodium hypochlorite 5.25%

A, C

20 mL per 1 L air

3

Bayclin Regular

Sodium hypochlorite 5.25%

A, C

20 mL per 1 L air

4

Bebek Kamar Mandi

Benzalkonium klorida (0.1%)

-

-

5

Bratacare Disinfectane Concentrate

Quarternary ammonium compound (45g/L atau 4.5%)

C

10 ml  per 1 L air

6

Clorox Disinfecting Bleach

Sodium hypochlorite (7.4%)

A, C

10 ml per 1 L air

7

Clorox Toilet Bowl Clener With Bleach

Sodium hypochlorite (2.4%)

A, C

40 ml per 1 L air

8

Dettol All In One Disinfectant Spray

Alkyl Dimethyl Benzyl

-

-

9

Dettol Antiseptic Liquid

Chloroxylenol (4.8%)

C

25 ml per 1 L air

10

Dettol Pembersih Lantai Citrus

Benzalkonium klorida (1.1856%)

C

45 ml per 1 L air

11

Dettol Pembersih Lantai Multiaction 4 in 1

Benzalkonium klorida (1.1856%)

C

45 ml per 1 L air

12

Mr. Muscle Axi Triguna Pembersih Lantai

Benzalkonium chloride (0.15%), ethoxylated linear alcohol (0.6%)

C

1 bagian dalam 2 bagian air

13

Proclin Pemutih

Sodium hypochlorite 5.25%

A, C

20 mL per 1 L air

14

Septalkan

Benzalkonium klorida (0.095%)

C

1 bagian dalam 1 bagian air

15

Soklin Pemutih

Sodium hypochlorite (5.25%)

A, C

20 mL per 1 L air

16

SOS Pembersih Lantai Antibacterial

Benzalkonium chloride (1%)

C

50 ml dalam 1 L air

17

Wipol Pembersih Lantai Cemara

Pine oil (2.5%)

C

1 bagian dalam 9 bagian air

18

Wipol Pembersih Lantai Sereh & Jeruk

Ethoxylated alcohol (3%), Benzalkonium chloride (1.25%)

C

40 ml dalam 1 L air

19

Proclin Penghilang Noda

Sodium Hypocloride 7.5%

C

15 ml ( 1 sachet ) dalam 185 ml air

20

Proclin Aksi Putih

Sodium Hypocloride 10%

C

30 ml ( 2 sachet ) dalam 470 ml air

21

Biosol Karbol

Pine Oil (2.5 %)

C

1 bagian dalam 9 bagian air

22

Stella Fabric Spray

Benzalkonium chloride (0.05 %)

-

-

23

Carerra Helm Deo

Benzalkonium chloride (0.05 %)

-

-

24

Wetties Family Wipes (all variant)

Benzalkonium chloride (0.05 %)

-

-

25

MITU Baby wipes Ganti Popok (all variant)

Benzalkonium chloride (0.05 %)

-

-

26

MITU Baby Wipes Fresh and Clean (all varian )

Benzalkonium chloride  (0.05 %)

-

-



Keterangan tindakan tambahan untuk setiap produk ditandai dengan huruf masing-masing:
A. Korosif terhadap logam, bersihkan kembali dengan kain basah setelah 10 menit,
B. Mudah terbakar pada konsentrasi tinggi. Jauhkan dari panas/percikan api/nyala api terbuka/permukaan panas,
C. Pengenceran diperlukan sesuai Tabel 1.

Formula pengenceran:
  • Volume larutan awal = (Konsentrasi akhir yang diinginkan x Volume larutan akhir) / konsentrasi awal produk
  • Volume air yang ditambahkan = Volume larutan akhir - Volume larutan awal
  • Contoh pengenceran produk yang mengandung sodium hypochlorite 5.25% menjadi sodium hypochlorite 0.1% untuk volume akhir 1000 ml:
    • Volume larutan awal = (0.1% x 1000 ml) / 5.25% = 19.05 ml (bisa gunakan 20 ml saja untuk memudahkan)
    • Volume air yang ditambahkan = 1000 ml - 20 ml = 980 ml air (bisa menggunakan air keran)
    • Untuk memudahkan, bisa saja tambahkan 20 ml larutan produk ke dalam 1000 ml air dalam contoh ini, konsentrasi akhir hanya akan berbeda sedikit.
Setelah desinfektannya jadi, selanjutnya bagaimana? Ada pedoman yang diterbitkan Kementrian Kesehatan RI dalam melakukan desinfeksi selama pandemi COVID-19. Berikut ini pedoman oleh KEMENKES-RI:



Selamat mencoba di rumah masing-masing!

loading...